top of page

Apa itu Parkinson?

Setiap orang dengan Parkinson bisa mengalami gejala yang berbeda. Karena itu, perjalanan kondisi ini tidak selalu sama pada setiap orang.

Parkinson adalah...

Parkinson adalah kondisi neurologis progresif yang memengaruhi otak dan gerakan tubuh. Kondisi ini terjadi ketika sel saraf pada bagian otak tertentu yang membantu mengatur gerakan mengalami penurunan, sehingga kadar dopamin juga berkurang.

Akibatnya, tubuh dapat mengalami gangguan gerak seperti gemetar, kaku, atau gerakan yang melambat. Namun, Parkinson tidak hanya memengaruhi gerakan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi tidur, suasana hati, pencernaan, energi, kemampuan berpikir, dan kualitas hidup sehari-hari.

Pelajari gejalanya
Pelajari bagaimana diagnosis ditegakkan

Parkinson bukan hanya “penyakit gemetar”

Banyak orang mengenal Parkinson hanya sebagai penyakit yang menyebabkan tangan gemetar. Padahal, Parkinson jauh lebih kompleks dari itu.

Pada sebagian orang, gejala yang paling terlihat memang berupa tremor atau gemetar. Namun pada orang lain, gejala awal justru bisa berupa tubuh yang terasa lebih kaku, langkah kaki yang melambat, wajah yang tampak kurang ekspresif, suara yang mengecil, sulit tidur, konstipasi, atau berkurangnya indra penciuman.

Karena itu, Parkinson tidak selalu terlihat sama pada setiap orang. Ada yang gejalanya berkembang perlahan, ada yang lebih cepat terasa mengganggu, dan ada juga yang sejak awal lebih banyak mengalami gejala non-gerak daripada gejala gerak.

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh?

Parkinson berhubungan dengan perubahan pada sistem saraf, terutama di bagian otak yang berperan dalam mengatur gerakan dan koordinasi tubuh.

Di dalam otak, ada sel saraf tertentu yang membantu menghasilkan dopamin, yaitu zat kimia yang membantu tubuh mengatur gerakan dengan halus dan terkoordinasi. Ketika jumlah sel saraf ini berkurang, kadar dopamin juga ikut menurun. Inilah yang kemudian dapat menyebabkan gerakan menjadi lebih lambat, tubuh terasa kaku, muncul gemetar, atau keseimbangan menjadi terganggu.

Sederhananya, dopamin membantu “kelancaran komunikasi” di dalam sistem gerak tubuh. Saat jumlahnya berkurang, tubuh menjadi lebih sulit bergerak dengan bebas seperti sebelumnya.

Mengapa Parkinson disebut kondisi progresif?

Parkinson disebut progresif karena kondisi ini berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Itu bukan berarti semua orang akan mengalami perburukan dengan cara yang sama. Perjalanan Parkinson sangat individual.

Pada sebagian orang, perubahan terjadi perlahan selama bertahun-tahun dan masih bisa dikelola dengan baik melalui obat, terapi, olahraga, dukungan keluarga, dan penyesuaian aktivitas harian. Pada orang lain, beberapa gejala mungkin terasa lebih menonjol atau lebih cepat mengganggu rutinitas.

Karena itu, memahami Parkinson tidak cukup hanya melihat satu gejala saja. Yang penting adalah melihat keseluruhan kondisi seseorang, termasuk perubahan fisik, emosi, tidur, komunikasi, dan kemandirian sehari-hari.

Gejala Parkinson bisa berupa gejala gerak dan non-gerak

Secara umum, gejala Parkinson sering dibagi menjadi dua kelompok besar.

1. Gejala gerak

Gejala gerak adalah gejala yang paling sering dikaitkan dengan Parkinson, seperti:

  • tremor atau gemetar, terutama saat tubuh sedang istirahat;

  • gerakan yang melambat;

  • kekakuan pada otot;

  • gangguan keseimbangan atau perubahan cara berjalan;

  • tulisan tangan yang mengecil;

  • suara yang menjadi lebih pelan;

  • ekspresi wajah yang tampak lebih datar.

2. Gejala non-gerak

Selain itu, Parkinson juga dapat menimbulkan gejala non-gerak, misalnya:

  • gangguan tidur;

  • konstipasi;

  • kelelahan;

  • nyeri atau rasa tidak nyaman pada tubuh;

  • kecemasan atau depresi;

  • kesulitan konsentrasi;

  • berkurangnya penciuman;

  • perubahan tekanan darah, berkeringat, atau fungsi berkemih.

Gejala non-gerak ini sering kurang dikenali, padahal bisa sangat memengaruhi kualitas hidup.

Apakah penyebab Parkinson sudah diketahui?

Sampai saat ini, penyebab pasti Parkinson belum sepenuhnya diketahui. Pada banyak orang, Parkinson tidak muncul karena satu penyebab tunggal yang jelas.

Para peneliti meyakini bahwa Parkinson kemungkinan berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, seperti:

  • pertambahan usia;

  • faktor genetik pada sebagian orang;

  • faktor lingkungan tertentu;

  • proses biologis di otak yang masih terus diteliti.

Penting untuk dipahami bahwa memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami Parkinson. Sebaliknya, seseorang juga bisa mengalami Parkinson tanpa riwayat keluarga yang jelas.

Apakah Parkinson hanya terjadi pada orang lanjut usia?

Parkinson memang lebih sering ditemukan pada usia yang lebih tua, tetapi kondisi ini tidak selalu hanya terjadi pada lansia.

Sebagian orang dapat mengalami Parkinson pada usia yang lebih muda. Karena itu, gejala yang mengarah ke Parkinson sebaiknya tidak langsung diabaikan hanya karena usia seseorang belum lanjut.

Pada orang yang lebih muda, tantangannya juga bisa berbeda, misalnya berkaitan dengan pekerjaan, relasi, pengasuhan anak, dan perencanaan hidup jangka panjang.

Apakah Parkinson bisa disembuhkan?

Saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan Parkinson sepenuhnya. Namun, ada banyak pendekatan yang dapat membantu mengurangi gejala dan mempertahankan kualitas hidup.

Penanganan Parkinson bisa meliputi:

  • obat-obatan;

  • fisioterapi;

  • terapi okupasi;

  • terapi wicara;

  • olahraga yang sesuai;

  • pengaturan nutrisi dan aktivitas harian;

  • serta dukungan emosional dan sosial.

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan yang sesuai, dan dukungan yang baik, banyak orang dengan Parkinson tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan bermakna.

Mengapa informasi yang benar itu penting?

Karena Parkinson berkembang perlahan dan gejalanya bisa mirip dengan kondisi lain, banyak orang tidak langsung mengenali perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

Informasi yang benar membantu:

  • mengenali gejala lebih dini;

  • memahami kapan perlu berkonsultasi ke dokter;

  • mengurangi stigma dan kesalahpahaman;

  • membantu keluarga dan pendamping memberi dukungan yang tepat;

  • membangun harapan yang realistis namun tetap positif.

Di Sahabat Parkinson Indonesia, kami percaya bahwa edukasi yang sederhana, jelas, dan manusiawi dapat membantu penyintas Parkinson dan keluarga merasa tidak berjalan sendiri.

Setiap perjalanan dengan Parkinson itu unik

Tidak ada dua orang yang mengalami Parkinson dengan cara yang persis sama. Karena itu, informasi umum di halaman ini sebaiknya dilihat sebagai langkah awal untuk memahami kondisi ini, bukan sebagai dasar untuk menegakkan diagnosis sendiri.

Bila Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah ke Parkinson, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis saraf.

Catatan kecil / disclaimer

Catatan: Informasi pada halaman ini bertujuan untuk edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau penanganan medis profesional.

bottom of page