
Gejala Parkinson
Gejala Parkinson tidak selalu sama pada setiap orang.
Ada yang lebih dulu merasakan perubahan pada gerakan tubuh, ada juga yang awalnya mengalami keluhan seperti gangguan tidur, sembelit, kelelahan, atau perubahan suasana hati.
Karena itu, gejala Parkinson tidak hanya soal gemetar.
Definisi singkat gejala parkinson
Gejala Parkinson bisa berupa gejala gerak dan non-gerak
Parkinson dapat memengaruhi cara tubuh bergerak, tetapi juga dapat memengaruhi tidur, pencernaan, emosi, energi, kemampuan berpikir, dan aktivitas sehari-hari.
Pada sebagian orang, gejala berkembang perlahan. Pada yang lain, keluhan tertentu bisa terasa lebih menonjol sejak awal. Tidak semua orang akan mengalami semua gejala, dan tingkat keparahannya pun bisa berbeda.
Pelajari penyebab Parkinson
Pelajari bagaimana Parkinson didiagnosis
Gejala Parkinson tidak hanya tremor
Banyak orang mengira bahwa Parkinson selalu dimulai dengan tangan gemetar. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Memang, tremor atau gemetar adalah salah satu gejala yang paling dikenal. Namun, sebagian orang justru lebih dulu merasakan tubuh yang melambat, otot terasa kaku, langkah kaki berubah, suara menjadi lebih pelan, wajah tampak kurang ekspresif, atau muncul gangguan tidur dan pencernaan.
Itulah sebabnya gejala Parkinson kadang tidak langsung dikenali, terutama pada tahap awal.
Dua kelompok besar gejala Parkinson
Secara umum, gejala Parkinson sering dibagi menjadi dua kelompok utama:
1. Gejala motorik
Gejala motorik adalah gejala yang berkaitan dengan gerakan tubuh.
2. Gejala non-motor
Gejala non-motor adalah gejala yang tidak langsung berkaitan dengan gerakan, tetapi tetap sangat memengaruhi kualitas hidup.
Keduanya sama-sama penting. Pada beberapa orang, gejala non-motor bahkan bisa sangat mengganggu walaupun gejala geraknya belum terlalu berat.
Gejala motorik Parkinson
1. Tremor atau gemetar
Tremor pada Parkinson biasanya berupa gemetar yang muncul saat tubuh sedang beristirahat. Sering kali dimulai di satu sisi tubuh, misalnya pada satu tangan, kaki, atau jari, lalu dapat berkembang seiring waktu.
Pada sebagian orang, tremor juga bisa muncul pada dagu, mulut, atau bagian tubuh lain. Namun penting dipahami: tidak semua orang dengan Parkinson mengalami tremor.
Jadi, tidak adanya tremor bukan berarti Parkinson pasti tidak ada.
Gejala non-motor Parkinson
1. Gangguan tidur
Gangguan tidur cukup sering terjadi pada Parkinson. Bentuknya bisa bermacam-macam, misalnya:
-
sulit tidur,
-
tidur tidak nyenyak,
-
sering terbangun,
-
mengantuk di siang hari,
-
atau gerakan yang tidak biasa saat tidur.
Masalah tidur dapat membuat tubuh terasa lebih lelah pada siang hari dan bisa memperburuk kualitas hidup.
Mengapa gejala Parkinson bisa berbeda-beda?
Gejala Parkinson bisa berbeda karena kondisi ini tidak memengaruhi setiap orang dengan cara yang sama.
Perbedaan bisa terjadi pada:
-
gejala pertama yang muncul;
-
gejala yang paling menonjol;
-
kecepatan perkembangan gejala;
-
respons terhadap terapi;
-
serta dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penting untuk tidak membandingkan kondisi satu orang dengan orang lain secara terlalu sederhana.
Kapan gejala perlu diperiksakan?
Sebaiknya konsultasi ke dokter bila seseorang mengalami perubahan yang menetap, terutama bila ada kombinasi seperti:
-
gemetar saat istirahat;
-
gerakan yang makin melambat;
-
tubuh terasa kaku;
-
keseimbangan memburuk;
-
langkah kaki berubah;
-
suara melemah;
-
gangguan tidur dan konstipasi yang disertai gejala lain.
Diagnosis Parkinson tidak ditegakkan hanya dari satu gejala. Dokter akan melihat pola keluhan secara menyeluruh.
Mengapa mengenali gejala itu penting?
Mengenali gejala Parkinson lebih awal dapat membantu:
-
mendorong pemeriksaan yang tepat;
-
mengurangi salah paham dan keterlambatan diagnosis;
-
membantu keluarga memahami perubahan yang terjadi;
-
mempercepat dukungan, terapi, dan penyesuaian aktivitas;
-
meningkatkan kualitas hidup.
Di Sahabat Parkinson Indonesia, kami percaya bahwa pemahaman yang baik tentang gejala bisa membantu penyintas dan keluarga merasa lebih siap, lebih tenang, dan tidak merasa berjalan sendiri.
Tidak semua gejala harus ada
Tidak semua orang dengan Parkinson akan mengalami semua gejala di atas. Ada yang lebih banyak mengalami gejala gerak, ada yang lebih berat pada gejala non-gerak, dan ada yang mengalami campuran keduanya.
Karena itu, informasi ini sebaiknya digunakan sebagai bahan edukasi umum, bukan untuk menegakkan diagnosis sendiri.
Bila Anda atau orang terdekat mengalami keluhan yang mengarah ke Parkinson, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis saraf.
Catatan kecil / disclaimer
Catatan: Informasi pada halaman ini bertujuan untuk edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau penanganan medis profesional.